Alfred Riedl “Sang angsa putih”


http://1.bp.blogspot.com/_oRNL-qvf-0s/TSGTw9IM36I/AAAAAAAAAQY/OWE106jrHBA/s1600/Alfred-Riedl.jpg


Kekalahan Timnas terhadap Bahrain beberapa waktu lalu, memancing timbulnya beberapa opini. Salah satu opini yang cukup "nyaring" terdengar adalah tentang slogan "Bring Back Riedl", seperti yang kawan dekat saya tulis pada status BBMnya pas ketika gol pertama Bahrain di kandang Timnas.

Terus terang, saya kurang suka olahraga, tapi saya termasuk yang saya sebut dengan "pecinta olahraga musiman" yang artinya, saya akan ikut euporia pada kemeriahan kompetisi olahraga pada waktu-waktu tertentu saja semisal Piala Dunia, Olimpiade, Thomas dan Uber, dan juga tiap olahraga yang membawa nama bangsa di dunia international.

Back to "Bring Back Riedl".

Karena penasaran dengan opini ini, saya sempatkan untuk membaca Koran yang saya beli tiap hari untuk membuka lembar olahraga yang selalu saya lewatkan sebelumnya. Setelah beberapa hari membaca dan browsing sekedarnya untuk hal ini saya berkesimpulan :
http://jordanaulia.files.wordpress.com/2010/12/alfred-riedl.jpg


"Mungkin ada benarnya jika pelatih Timnas kita serahkan kembali pada Alfred Riedl…tapi tidak sepenuhnya…"



Jika anda Tanya mengapa, ini alasannya.



Terus terang, saya sebagai orang indonesia asli, dan sudah seumur hidup saya berada disini, saya merasa cukup mengerti bagaimana sifat, sikap dan mental bangsa saya. Yang terutama adalah Mental.
http://4.bp.blogspot.com/_Mnq2LwFqd6o/TRwA3auCDOI/AAAAAAAAACw/xtCIYQ2biuY/s1600/Alfred+Riedl.jpg

Mental kita pada umumnya, mungkin juga Timnas kita, adalah mental yang sangat mudah menjadi kuat (bangga) namun juga sangat mudah di jatuhkan. Ini yang menurut saya sangat nyata sepertinya menghantui tiap individu dari timnas kita.



Sedikit saja masalah, apakah itu pergantian pelatih, pemain cidera, supporter nekat bahkan pemberitaan koran kacangan yang memberitakan mengecilkan timnas akan sangat mempengaruhi mental tiap individunya… (Menurut saya).



Dengan kata lain, "perasaan"/"Hati"/mental timnas kita ini bisa dibilang sangat sensitif terhadap kejadian negatif, sehingga sedikit saja ada hal negatif maka akan punya pengaruh besar terhadap tiap pemainnya.



Dan… Alfred Riedl tau itu!!! Dia tau dengan pasti, bahwa bukanlah fisik dan taktik yang utama dalam melatih Timnas indonesia… Tapi Mental…



Riedl mampu membangun kepercayaan diri tiap pemain dengan pendekatan personal seperti sharing, curhat dan tidak henti memberi motivasi agar terpupuk jiwa pemenang pada tiap individu timnas.



Buat Riedl, setelah mental menjadi baik, maka cukup dipoles sedikit dengan taktik dan fisik yang memang tentu saja Riedl punya kekuatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata soal itu. Dan apa yang dia lakukan terbukti, cukup bisa membuat Timnas, sedikit "menyembulkan" paruh garudanya di kancah "luar kandang"nya.
http://4.bp.blogspot.com/_azSJKmOYRko/TQ94IyYF40I/AAAAAAAAAGI/mZM4NoA_9-A/s1600/Alfred+Riedl+Foto+Terbaru+dengan+Merah+Putih.jpghttp://magazindo.com/wp-content/uploads/2011/07/3cda_alfred-riedl.jpg

Jalinan yang sudah mulai terbentuk karena kesesuaian antara pelatih dan pemain itu terpaksa harus putus dikarenakan yang mungkin disebabkan oleh "konflik internal", Menyebabkan sedikit ada perasaan "kehilangan" sosok yang sudah mulai mereka suka, sehingga butuh waktu bagi Timnas untuk bisa bangkit kembali.



Dengan demikian, maklum saja jika muncul sedikit selisih dengan pelatih baru yang sepertinya sangat bertolak belakang metode pelatihannya dengan pelatih sebelumnya…



Bagai yang semula di latih oleh Angsa putih yang indah dan lembut, menjadi dilatih oleh harimau yang galak dan tegas…



Mungkin ada baiknya… Bring Back Riedl as motivator for Timnas!!
http://berita.greatdirect.info/wp-content/plugins/rss-poster/cache/7ecc8_alfred-riedl-Istimewa.jpg

Selamat berjuang Timnas… semoga semangat kami mendukungmu bisa membantu menguatkan semangatmu untuk menang!!!


sumber :http://ocehanburung.blogdetik.com/2011/09/14/alfred-riedl-sang-angsa-putih/?query-string

Arsip Blog

 

Copyright © 2010 • i Star News • Design by Dzignine